https://drive.google.com/drive/folders/1_fd6CmYaqbjuwq9NhsHd78V47AU-xD1a
Peningkatan Fitur Google Classroom agar Lebih Nyaman Digunakan dengan Google Apps Script
Abstrak
Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan model pembelajaran yang selaras dengan era Revolusi Industri 4.0. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka telah menerapkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan tersebut, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh. Dalam praktiknya, pembelajaran daring menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya adalah penggunaan beragam platform pembelajaran yang terpisah-pisah sehingga menyulitkan dosen dan mahasiswa.
Penelitian ini merupakan bagian dari roadmap riset pembelajaran jarak jauh di era pembelajaran 4.0. UPI telah menyediakan sistem Learning Management System (LMS) bernama SPOT serta memanfaatkan Google Suite for Education, seperti Google Classroom, Google Calendar, Google Meet, Google Form, Google Drive, dan Spreadsheet. Namun, fitur-fitur Google Suite masih berdiri sendiri dan membutuhkan keterampilan teknis dosen untuk mengintegrasikannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pembelajaran praktis berbasis Google Apps Script yang mampu mengintegrasikan fitur-fitur Google Classroom agar lebih nyaman dan efektif digunakan dalam pembelajaran daring.
Improvement_Google_Classroom_Fe…
I. Pendahuluan
Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Proses pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan literasi dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menuntut penguasaan literasi baru, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Ketiga literasi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu bersaing di masyarakat dan dunia kerja berbasis digital.
UPI telah mengadopsi kurikulum 2018 yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas program studi, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Selain itu, penerapan pembelajaran jarak jauh dalam jangka waktu cukup panjang mengungkap sejumlah kendala, terutama terkait penggunaan berbagai platform pembelajaran yang berbeda-beda sesuai preferensi dosen. Hal ini menyebabkan kebingungan di kalangan mahasiswa.
Meskipun Google Suite for Education menyediakan berbagai fitur pendukung pembelajaran daring, fitur-fitur tersebut masih terpisah sehingga kurang praktis. Oleh sebab itu, diperlukan sistem terintegrasi yang mampu menggabungkan berbagai layanan Google dalam satu platform pembelajaran yang lebih efisien dan mudah digunakan.
II. State of the Art
A. Roadmap Penelitian
Penelitian ini berada pada tahun kedua dari roadmap penelitian pembelajaran jarak jauh selama empat tahun. Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan media pembelajaran digital dan LMS berbasis teknologi web untuk mendukung pembelajaran 4.0.
B. Metode Pengembangan Perangkat Lunak Agile
Pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan Agile Software Development, yang menekankan proses iteratif, fleksibilitas perubahan kebutuhan pengguna, dan keterlibatan pengguna secara langsung. Dalam penelitian ini, metode Agile yang digunakan adalah Scrum, di mana pengembangan perangkat lunak dibagi ke dalam beberapa sprint dengan evaluasi berkelanjutan.
C. G-Suite for Education
G-Suite for Education merupakan layanan terintegrasi dari Google yang mencakup Gmail, Docs, Drive, Calendar, Meet, dan Classroom. Google Classroom berfungsi sebagai LMS berbasis web yang mendukung pengelolaan kelas, distribusi materi, penugasan, dan komunikasi. Keunggulan Google Classroom antara lain mudah digunakan, berbasis cloud, fleksibel, gratis, dan mendukung perangkat mobile. Namun, keterpisahan fitur-fitur pendukung menjadi kelemahan utama yang perlu diatasi.
III. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem berbasis Scrum. Tahapan penelitian meliputi:
Pengumpulan kebutuhan pengguna (user requirements),
Penyusunan product backlog,
Perencanaan dan pelaksanaan sprint,
Evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berulang.
Kebutuhan pengguna dianalisis dengan mengadaptasi fitur-fitur pada sistem SPOT UPI ke dalam Google Classroom menggunakan Google Apps Script dan Google Classroom API. Fitur utama yang dikembangkan meliputi Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Berita Acara Perkuliahan (BAP), presensi, jadwal perkuliahan, penyimpanan materi, dan arsip kelas.
IV. Hasil dan Pembahasan
Hasil pengembangan menghasilkan sebuah sistem pembelajaran terintegrasi bernama Pratica. Sistem ini menggabungkan Google Classroom dengan aplikasi pendukung lainnya melalui Google Apps Script. Fitur utama Pratica meliputi:
BAP dan RPS, terintegrasi dengan Google Form,
Jadwal perkuliahan, terhubung dengan Google Calendar sebagai pengingat kegiatan,
Manajemen kelas, menggunakan Google Classroom API untuk menampilkan kelas aktif, arsip kelas, serta pembuatan kelas baru,
Manajemen tugas dan materi, melalui integrasi Google Drive dan Classroom.
Penggunaan API memungkinkan pengelolaan kelas, pembuatan tugas, dan distribusi materi dilakukan secara otomatis dan terpusat. Sistem ini mampu meningkatkan kenyamanan pengguna dalam mengelola pembelajaran daring karena seluruh aktivitas pembelajaran dapat diakses melalui satu platform terintegrasi.
V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan LMS berbasis Google Apps Script dengan memanfaatkan Google Classroom API mampu meningkatkan kenyamanan dan efektivitas penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran daring. Sistem Pratica berhasil mengintegrasikan berbagai fitur pendukung pembelajaran yang sebelumnya terpisah, sehingga menyerupai fungsionalitas sistem SPOT yang digunakan di UPI.
Pengembangan selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak pengguna, khususnya dosen dan mahasiswa, guna menyempurnakan fitur-fitur yang ada serta mengimplementasikan sistem ini secara lebih luas dalam kelas daring.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar